ewan Keamanan PBB menyerukan kepada Israel dan Palestina di wilayah Jalur Gaza untuk mengadakan gencatan senjata di tengah peningkatan jumlah korban tewas Palestina. Kelima belas anggota Dewan Keamanan menyetujui pernyataan untuk menyerukan penghentian eskalasi kekerasan dan pemulihan keadaan. Dalam pernyataannya, Sabtu (12/7/2014) Dewan Keamanan PBB juga menyerukan agar perundingan damai dilanjutkan.
Dewan Keamanan meminta "pemberlakukan kembali gencatan senjata November 2012" yang ditengahi oleh Mesir, tetapi tidak dijelaskan kapan sebaiknya gencatan senjata harus dilakukan. Ini untuk kali pertama Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan sejak Israel memulai operasi terbaru lima hari lalu. Sebelumnya anggota Dewan Keamanan berbeda pendapat menyikapi konflik Israel-Gaza.
Pernyataan yang tidak mengikat itu juga menyebutkan bahwa Dewan Keamanan khawatir akan kesejahtaraan warga sipil di kedua belah pihak. Menurut sumber-sumber Palestina, sedikitnya 133 warga Palestina tewas sejauh ini. Tiga perempat jumlah korban tewas tercatat warga sipil. Israel mengatakan wilayahnya telah diserang dengan 40 roket sejak Jumat dan mengalami kerusakan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry Minggu (13/7/2014) dijadwalkan akan membicarakan gencatan senjata dengan para menteri luar negeri dari Inggris, Perancis dan Jerman di Vienna, Austria. Paus Fransiskus, sebelum doa Angelus pada Minggu (13/7/2014), menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah dan mengatakan bahwa pertemuannya pada Juni lalu dengan presiden Israel dan Otoritas Palestina tidak sia-sia.
"Saya mendesak semua pihak yang berkepentingan dan semua mereka yang punya tanggung jawab politik di tingkat lokal dan internasional untuk tidak berhenti berdoa, maupun berupaya untuk menghentikan permusuhan dan mencapai perdamaian yang diinginkan demi kebaikan semua pihak," kata Paus. CNN melaporkan, Paus berbicara dalam bahasa Italia dari jendela apartemennya di atas Lapangan Santo Petrus.
Juni lalu, Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Shimon Peres berkomitmen untuk mengupayakan perdamaian ketika berkunjung ke Vatikan. Itu pertama kalinya Paus menjadi tuan rumah pertemuan doa bagi dua pemimpin yang terlibat dalam konflik itu.
"Seseorang mungkin berpikir bahwa pertemuan tersebut berlangsung sia-sia. Justru sebaliknya, karena doa membantu kita untuk tidak membiarkan yang jahat menang. Doa membuat (kita) tidak melibatkan diri dalam kekerasan dan kebencian dan lalu melakukan dialog dan rekonsiliasi," kata Paus.
Doa Angelus merupakan doa tradisional yang dilakukan pada hari Minggu siang setelah sebuah khotbah singkat dari Paus. Konflik antara Israel dan militan Palestina meningkat bulan ini menyusul embunuhan tiga remaja Israel dan seorang remaja Palestina. Sejak Senin lalu, puluhan orang di Gaza telah tewas, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Walau beberapa orang Israel terluka, tidak ada warga negara itu yang tewas akibat sejumlah roket yang ditembakkan Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar