Dunia internasional dihebohkan rekaman video penggorokan seorang jurnalis asal Amerika Serikat (AS) Wright Foley (40) oleh seorang algojo ISIS di tengah gurun pasir. Video tersebut langsung menuai kecaman warga dunia. Di video berjudul 'Pesan untuk Amerika' itu Foley berlutut dengan menggunakan pakaian serba oranye dengan tangan terikat ke belakang. Di sampingnya berdiri seorang anggota ISIS yang bertugas sebagai eksekutor. Pria itu mengenakan pakaian dan topeng serba hitam dengan memegang sebilah belati di tangan kanannya.
Namun belakangan, muncul sebuah foto Foley dan algojo yang sama di media sosial Twitter. Bedanya tempat eksekusi dilakukan di sebuah studio, bukan di gurun pasir seperti yang sebelumnya beredar. Gambar itu memperlihatkan suasana pengambilan gambar, di mana latar belakang gurun tempat eksekusi Foley digantikan layar serba hijau. Terdapat dua buah kamera yang dipakai untuk merekam peristiwa di mana Foley tengah menjalani hukuman mati dari algojo yang beraksen Inggris tersebut.
Di bagian belakang, terdapat dua layar monitor untuk memantau pergerakan kamera, salah satu layar memperlihatkan suasana di tengah gurun. Sedangkan satu monitor memperlihatkan logo Central Inteligent Agency (CIA), atau lembaga intelijen AS.
Sebelumnya, militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memposting sebuah video mengerikan ke internet. Video yang diposting Selasa sore waktu setempat itu berisi seorang wartawan foto lepas (freelance fotografer) asal Amerika Serikat bernama James Wright Foley (40) digorok hingga tewas oleh seorang anggota ISIS di tengah gurun pasir.
Dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/8), aksi keji itu merupakan pembalasan atas serangan udara AS terhadap para militan ISIS, 12 hari lalu. Foley diketahui telah hilang sejak November 2012. Saat itu dia disandera di bawah todongan senjata ketika bertugas untuk GlobalPost di Taftanaz, di Suriah utara.
Di sampingnya berdiri seorang anggota ISIS yang bertugas sebagai eksekutor. Pria itu mengenakan pakaian dan topeng serba hitam dengan memegang sebilah belati di tangan kanannya. Foley sempat berbicara dan mengutarakan pesan terakhir sebelum akhirnya dieksekusi oleh sang algojo. Foley yang berada di bawah tekanan menyalahkan AS atas kematiannya. Hal itu terkait serangan yang dilancarkan AS terhadap ISIS beberapa waktu lalu di Irak.
"Saya meminta teman-teman keluarga dan orang-orang terkasih untuk bangkit melawan pembunuh yang sebenarnya, pemerintah AS. Untuk apa yang akan terjadi pada saya adalah hanya akibat dari kriminalitas mereka," kata Foley dalam video seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/8).
Militan yang memenggal kepala seorang wartawan asal Amerika Serikat tadi malam disebut-sebut sebagai salah satu anggota dari kelompok jihad asal Inggris dijuluki sebagai 'The Beatles'. Di saat perburuan besar-besaran diluncurkan, mantan sandera mengatakan dia percaya pria bertopeng dari kelompok Negara Islam (IS), dulu ISIS, itu adalah warga London dikenal sebagai 'John', seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (21/8).
Dinas keamanan juga dikabarkan sudah dekat untuk menemukan identitas pelaku yang menggorok leher James Foley di sebuah video propaganda mengerikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar